Archangel of Patience

Full Name: Jophiel
Aliases: Yofiel, ‘Olivia’
Gender: Perempuan
Age: ??? tahun
Species: Archangel
Origin: Celestial
Notable Abilities: Fire, dimension
Notable Weapons: Bow, sword, pillar
Occupation/Affiliation: General, Patience, Beauty, Celestial
| Power | 100 |✦✦✦✦✦ | | --- | --- | | Defense | 80 |✦✦✦✦ | | Intelligence | 100 |✦✦✦✦✦ | | Healing | 90 |✦✦✦✦✦ | | Agility | 100 |✦✦✦✦✦ |
“Nah, nah, Tuan Barbatos! Aku galau banget. Menurutmu, apa Belial marah padaku? Aku gak balas chatnya tiga hari, sih…” gumam wanita itu pelan, membuat Barbatos terdiam. “Oh! Aku lupa memperkenalkan diri. Jophiel, Archangel of Patience and Beauty. Salam kenal!”
Birthplace : Garden of Eden, Celestial
Current Home : Garden of Eden, Celestial, Pandemonium, Terrestrial
Jophiel adalah anak kelima dari delapan bersaudara, satu-satunya yang memiliki wujud perempuan. Karena hal itu, kakak-kakaknya memberikan perhatian lebih padanya. Selain itu, Seraphim menunjukkan ketertarikan pada Jophiel, sehingga Jophiel lebih sering menghabiskan masa kecilnya bersama Seraphim.
Jophiel semasa remaja adalah gadis yang sangat ceria, ia sering berjalan-jalan di Taman Eden dan mengajak saudara-saudaranya untuk mengobrol. Ia mengalami kesulitan dalam menyesuaikan fisiknya yang berkembang berbeda dari malaikat lain, namun Raphael selalu menenangkannya.
Jophiel tumbuh menjadi wanita dewasa yang hampir sempurna. Ia dikenal sebagai malaikat cantik yang penyayang dan penyabar, menolong orang lain adalah kesehariannya. Jophiel juga tidak pernah tampak sedih selama berada di Celestial, bisa dikatakan, perempuan itu sangat bahagia.
Kebahagiaan itu hancur begitu Lucifer berkhianat. Satu-satunya sisi yang bisa ia andalkan hanyalah saudara-saudaranya, namun sekarang keluarganya retak karena insiden itu. Seraphim yang mengutuk Jophiel agar dapat merasakan cinta dan hawa nafsu menugaskannya untuk turun ke Terrestrial sebagai anak dari Solomon, di mana ia bertemu dengan Pangeran Belial dan jatuh cinta.
Hubungannya dengan Belial beberapa kali mengalami turun dan naik. Cinta membuat perempuan itu buta, ia melupakan fakta bahwa malaikat seharusnya tidak bisa merasakan cinta maupun hawa nafsu. Begitu kebenaran terungkap, ia merasa kecewa pada Seraphim dan ketakutan pada dirinya sendiri. Apakah ia akan tetap mencintai Belial jika malaikat yang mengutuknya mati?
Selama perang melawan Seraphim, Jophiel mengorbankan dirinya sendiri hingga kehilangan empat sayapnya. Melihat kekasihnya tidak akan bertahan, Belial menghalangi Seraphim agar serangannya tidak membunuh Jophiel. Saat Seraphim mati dan Belial sekarat, Jophiel yakin cintanya tidak menghilang sama sekali.