Prince of Greed


PROFILE

halphas.jpg

QUICKBIOGRAPHY

Full Name: Halphas

Aliases: Kembar jamet

Gender: Laki-laki

Age: 280 tahun

Species: Bangsawan Iblis

Origin: Antenora

Notable Abilities: Gold (Daedalus)

Notable Weapons: Catalyst

Occupation/Affiliation: Pangeran Antenora, Greed, Jinnestan

STATS (0-10)

| Power | 8 |✦✦✦✦ | | --- | --- | | Defense | 6 |✦✦✦ | | Intelligence | 7 |✦✦✦✦ | | Healing | 6 |✦✦✦ | | Agility | 8 |✦✦✦✦ |


“Halphas! Pangeran kembar greed. Salam kenal~”


B A C K G R O U N D

Birthplace : Antenora, Jinnestan

Current Home : Terrestrial, Antenora, Jinnestan

Halphas lahir sebagai putra kedua dari Mammon dan Aim. Saat kelahirannya terjadi, iblis-iblis di sana mendapati bahwa Halphas tidak memiliki aura yang memancarkan kekuatan dari seorang bangsawan. Menyadari ada sesuatu yang salah, Mammon setuju untuk melindungi Halphas, menjadikan perhatiannya teralihkan dari Gusion untuk mengurus anak bungsunya. Halphas seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari kakak kandungnya, Gusion. Halphas kecil suka bermain sendirian di kamarnya dengan mainan-mainan bayi dan… bicara sendiri.

Pada satu malam, Gusion berencana untuk membunuh Halphas karena merasa ia menjadi ditelantarkan oleh orangtuanya. Bagi kakaknya, ia tidak lebih dari bayi yang suka berhalusinasi dengan teman imajinasinya yang bernama Malphas. Namun, ketika Gusion hendak membunuhnya, sebuah cahaya keemasan muncul dari tubuh bayi itu, sebelum berpindah ke sisinya dan membentuk bayi lain yang sama persis. Halphas memanggilnya: Malphas.

Dengan hubungan yang semakin membaik, Halphas dan Malphas selalu diajak bermain bersama oleh Gusion. Gusion mengajari mereka banyak hal, salah satunya adalah judi. Akan tetapi, karena keserakahan Halphas dan Malphas yang belum mahir dalam bermain, mereka dengan asal mengajak semua orang berjudi dan kalah. Kerugian itu ditanggung oleh Gusion, yang akhirnya meminta ganti uang dari mereka.

Halphas dan Malphas memutuskan untuk bekerja di Terrestrial sebagai barista untuk membayar hutang mereka pada kakak tersayang. Saat serangan Warlock berlangsung, mereka kembali ke Jinnestan untuk berkumpul bersama yang lain.

Selain belajar jadi barista, mereka juga mahir dalam urusan bartender.