Archangel of Diligence

Full Name: Gabriel
Aliases: Gabe
Gender: Laki-laki
Age: 4.900.001.422 tahun (2023)
Species: Archangel
Origin: Celestial
Notable Abilities: Water, Dream
Notable Weapons: Shield
Occupation/Affiliation: Messenger, Diligence, Celestial
| Power | 80 |✦✦✦✦ | | --- | --- | | Defense | 100 |✦✦✦✦✦ | | Intelligence | 100 |✦✦✦✦✦ | | Healing | 90 |✦✦✦✦✦ | | Agility | 90 |✦✦✦✦✦ |
“Kerja yang bagus, Morax. Sayangnya, dimensi seperti ini tidak dapat menghentikan makhluk sepertiku.” Sosok asing itu tersenyum, sebelum sayapnya mengepak ke atas dan menghilang di bawah hitungan detik.
Birthplace : Garden of Eden, Celestial
Current Home : Garden of Eden, Celestial
Gabriel, anak kedelapan dari delapan malaikat bersaudara. Karena ia anak paling kecil, ia sudah jarang sekali bermain di masa anak-anaknya dengan kakak-kakak tertua, yaitu Luciel, Michael, dan Raphael. Gabriel lebih sering bermain dengan Jophiel dan Camael di waktu senggangnya.
Di usia remaja, Gabriel memiliki tekad menggebu-gebu melebihi malaikat lainnya dalam menjalankan tugas. Ia selalu cekatan dalam memberi dan menerima surat, memberi kabar dari Celestial hingga ke Terrestrial. Masa remaja Gabriel ia habiskan untuk belajar dan bekerja dibanding dengan bermain.
Saat ia beranjak dewasa, Gabriel menjadi pribadi yang sangat sibuk. Ia sudah tidak pernah mengikuti kumpul keluarga akibat banyaknya wahyu yang harus ia sampaikan. Gabriel sangat mencintai pekerjaannya, sampai ketika Luciel menolak surat yang diberikan padanya. Bentakan Luciel saat itu benar-benar menusuk hati Gabriel, seorang kakak sulung yang memaki adik bungsunya sendiri tanpa alasan yang jelas. Tidak lama setelah itu, Celestial War terjadi.
Gabriel masih melakukan pekerjaannya seperti biasa pasca tragedi, namun ia merasakan beban berat yang harus dipikulnya. Untung saja, Jophiel ada di sana untuk menemaninya. Kakak perempuan itu kerap menenangkan Gabriel yang berpikiran negatif kalau Lucifer membenci dirinya.
Saat semua kebajikan agung berkumpul di Jinnestan dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi, Gabriel merasakan seluruh bebannya terangkat. Sama seperti Camael, ia hanyalah anak kecil cengeng yang masih menantikan cinta dari kakak mereka.